PONTIANAK-Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertemakan, Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK untuk Layanan Perpustakaan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang digelar di Hotel Aston Pontianak, Senin (6/5).

Kegiatan digelar hingga 10 Mei 2019 itu, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM yang telah menerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Jumlah peserta Bimtek 42 orang, dengan rincian, perwakilan Provinsi Kalimantan Barat sebanyak empat orang, Kabupaten Bengkayang 14 orang, Kabupaten Landak 10 orang, dan Kabupaten Sintang 14 orang.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan- Perpustakaan Nasional RI, Woro Titi Haryati, menuturkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan dan masyarakat agar dalam memberikan layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan melibatkan keterlibatan masyarakat dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Selain untuk menciptakan pembelajaran sepanjang hayat, perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat belajar masyarakat, wahana dalam mencari informasi serta rekreasi yang tidak hanya mencerdaskan namun juga memberdayakan masyarakat sehingga memberikan manfaat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan taraf hidupnya, ‘jelas dia.

Woro menambahkan, bila masyarkat sudah menyadari dan merasakan secara langsung manfaat layanan perpustakaan bagi kehidupan, maka dengan sendirinya tingkat kegemaran membaca akan meningkat. Tingkat pemberdayaan perpustakaan yang tinggi ini, menurutnya merupakan wujud dari kemampuan literasi masyarakat suatu negara. ‘kami ingin nantinya hak ini bisa berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,’ kata dia.

Transformasi layanan perpustakaan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat ini, menurutnya juga akan didukung dengan insfrastruktur yang memadai berbasis teknologi informasi, serta SDM perpustakaan yang berkualitas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipam Provinsi Kalimantan Barat, Ignasius Ik, menambahkan, perpustakaan semestinya lebih proaktif didalam melihat kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Perpustakaan menurutnya adalah sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan.

“Peran selanjutnya perpustakaan dirancang lebih berdayaguna bagi masyarakat, berusaha menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan hidup masyarakat dan perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,”kata Ignasius.

Sumber: Pontianak Post, Selasa, 7 Mei 2019

0Shares

Leave a Comment