Hanya satu kampung literasi yang kita bangun dan hanya satu – satunya yang ada di Kalimantan Barat. Dalam hal ini, posisi pemerintah mesti memimpin dan mengkoordinirnya. Praktik baik inilah perlu kita replikasi dan kita naikkan.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri peresmian Bank Indonesia (BI) Corner, di kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sintang. Selasa (18/2)

Jarot mengatakan, menyongsong distruksi teknologi perubahan fundamental dalam sistem komunikasi dan IT internet of ring yang canggih ini, dapat mengubah dua hal, yakni cara kerja dan gaya hidup.

“Sehingga kita mampu menciptakan layanan khusus, seperti Anjungan Baca Milenial (ABM) ini, dalam rangka pembudayaan kegemaran membaca di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Di abad digital ini, kata Jarot, efisien dan produktif saja tidak cukup. Jika ingin menang dalam kompetisi, harus mengalahkan inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship. Karena masyarakat masih jauh dari minat baca.

“Bagaimana kita menerapkan inovasi baru cara menjual buku dan menjual minat orang mau membaca? Kata kunci yang tidak boleh kita tinggalkan, yakni kolaborasi. Sebab, kita di Kabupaten Sintang ini sudah banyak tumbuh dari anak – anak muda menciptakan komunitas, yang ranahnya mengajak masyarakat gemar membaca,” tutur Jarot.

Jarot menilai, masalah literasi adalah masalah bagi semua. Ia mencontohkan, untuk peresmian kampung Literasi, baru satu kampung saja, yakni Desa Merah Aray di Kayan Hulu.

“Hanya satu kampung literasi yang kita bangun dan hanya satu – satunya yang ada di Kalimantan Barat. Dalam hal ini, posisi pemerintah mesti memimpin dan mengkoordinirnya. Praktek baik inilah perlu kita replikasi dan kita naikkan, sehingga praktek baik ini tercipta di daerah lain,” ungkap Jarot. Kampung Literasi ini, lanjut dia bisa dikembangkan menjadi taman bacaan masyarakat, sehingga bisa menjadi kampung literasi ke depannya.

“Inilah bentuk kerjasama yang perlu kita kembangkan ke depan,” kata Jarot.

Ditempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini mengatakan program BI Corner merupakan program Nasional seluruh Indonesia, yang dicanangkan melalui kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Di Kalimantan Barat ini, sudah ada 14 BI Corner yang kita bangun. Tujuannya, untuk meningkatkan literasi minat baca bagi masyarakat, juga mengenalkan BI Corner kepada masyarakat agar lebih dekat melalui literasi perpustakaan,” tuturnya.

Menurut Agus, program BI Corner ini lebih luas mengenalkan informasi melalui fasilitas yang memberikan edukasi tentang peran dan fungsi bank sentral, yang dapat diakses melalui koleksi cetak maupun elektronik. Dalam hal ini, bank sentral juga mengenal informasi mengenai kondisi keuangan dan perekonomian di tanah air. Sehingga, disediakan buku – buku yang berisikan tentang moneter, finansial, dan perbankan.

“Dalam ruang lingkup perpustakaan yang dapat menarik minat pembaca. Juga mendidik melalui kegiatan – kegiatan entrepreneurship yang sukses dalam pengembangan usaha, yang mana buku – buku berisi dunia berbankan,” ungkapnya.

“Harapan kami, melaui BI Corner, literasi perpustakaan ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat luas, menambah literasi minat membaca masyarakat, khususnya di desa – desa yang ada di Kabupaten Sintang, Sehingga, kita mampu membangun kampung literasi yang ada di Kabupaten Sintang,” pungkasnya.