Museum Provinsi Kalbar menggelar festifal museum untuk kedua kalinya bertempat di MuseumProvinsi Kalbar. Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Selasa (6/10).

Kepala Museum Provinsi Kalbar Kusmindari Triwati mengatakan bahwa festival ini digelar dalam rangka menyambut hari Museum Nasional pada 12 Oktober 2020.  Dikatakannya pelaksanaan festival ini lebih mengarah kepada edukasi kepada masyarakat, muda maupun orang tua agar terus mengingat dan merawat tentang sejarah, budaya dan tradisi lokal.  Terkhusus melalui beberapa lomba tradisional yang telah diagendakan pada festival ini, tentu akan lebih mudah untuk menjadikan masyarakat lebih paham tentang pelestrarian budaya.  “Lebih menekankan kepada melestarikan budaya tradisional, karena permainan tradisional sudah hampir hilang digilas oleh banyak gadget,” ujarnya usai membuka festival Museum Provinsi Kalbar dengan melepas balon.  Festival ini akan digelar selama lima hari dimulai sejak  6-11 Oktober 2020.  Sedikitnya disebutkan Triwati ada enam perlombaan yang dilaksanakan pada kegiatan tersebut, diantaranya ada lomba bertutur, lomba mewarnai, lombauri gasing, lomba cipta dan baca puisi, lomba vlogvidio dan foto, serta lomba galah hadang.  Sedangkan untuk peserta lomba meliputi dari beberapa kalangan, mulai dari tingkat pelajar, guru dan umum.

“Harapan kita terus menggali, terus melestarikan budaya Kalimantan Barat dan permainan-permainan tradisional terus kita gali.  Mungkin kedepan ada agenda pengulangan-pengulangan belajar di museum.  Karena banyak minat dari masyarakat.  Maka akan kita ulang,”jelas Triwati.  Lebih jauh, Triwati berharap agar nili eduksi pada festivl ini nantinya bisa lebih mendekatkan masyarakat kepada museum untuk terus melestarikan budaya tradisional dan memahami tentang sejarah.  Sejauh ini ditengah pandemi covid -19, triwati mengatakan untuk kunjungan memang tidak seperti hari-hari biasanya.  Namun semangat masyarakat untuk menjadikan museum sebagai tempat memahami sejarah, dikatakannya sangatlah tinggi.  “Animo mayarakat sangat tinggi, selalu ada yang menjadikan  motto hidup museum dihatiku sudah mulai melekat dihati masyarakat.  Semoga museum semakin dekat dan semakin melekat di masyarakat.  Museum di hati asyarakat semua,” ujarnya.  Triwati menjelaskan alsannya pengunjung museum tidak seramai seperti hari- hari biasanya lantaran terbatasnya ruang gerak  masyarakat diengah pandemi covid-19 ini.  Tingkat kunjungan jumlahya tidak seperti hari-hari biasa kalau hari biasa berbodong-bondong,  tapi sekarang tidk berbondong.

Mungkin sekolah  se- Kalbar juga karena tutup dan kepala sekolah tak mau merekrut siswa,” ungkapnya,   Dengan itu, ia pun juga menekankan pada pelaksanaan festival yang digelarpengunjung  diwajibkan mematuhi protokol kesehatan  covid-19.  Budayawan Proinsi Kalimantan Barat,  Cecep SOB mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihl museum sangat membantu masyarakat untuk memahami sejarah  dan budaya trdisional.  Dengan itu pihaknya mengapresiasi atas terselenggaranya festifal tersebut.  “ Kegiatan museum setiap tahun luar biasa pningkatannya.  Museum mengadakan kegiatan ini untuk menggali seni dan budaya yang pernah ada seperti anak-anak jepenserong, senam Pontianak dan tentunya sudah beberapa  lomba sudah dilaksanakan  seperti lomba bertutur ,” ujarnya saat menghadiri pembukaan festifal.  Dengan itu, Budayawan dari Taman Budaya Provinsi Kalba bisa berkunjung ke Museum Provinsi Kalbar.  Menurutnya museum meruapakan  wisata yang berhubungan dengan sejarah dan budaya.  “ kami selaku masyarakat bangga bahwa museum dalam kurun waktu  dua tahun ini sudah memberikan peluang  kepada masyarakat, memberi pemahaman kepada masyarakat, bahwa museum itu tidak hanya penting dikunjungi  sebagai tempat hiburan  semata, tapi ada edukasi disitu untuk meningkatkan pemahaman kita sebagai masyarakat  terhadap sejarah dan budaya ,” ungkapnya.   Kendati demikian, ia juga menuturkan agar setiap pengunjug tetap patuhi protokol kesehatan covid-19.  Sebagaimana mestinya yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan panitia pelaksana festival museum Provinsi Kalbar.   “Konsepnya sepeti apa, kita pahami bersama, saling menjaga.  Kampanye menjaga kesehatan ditengah pandemi ini sudah banyak.  Saya yakin  masyarakat  bisa  memahami   mematuhi  protokol  kesehatan  Covid-19,” ungkapnya   

 (m rokib)

Sumber : Tribu Pontianak