Setelah beberapa pekan lalu diresmikan dan terbuka bagi masyarakat umum, objk wisata religi Pondok Pesantren Darul Fikri yang terletak di Desa Sungai Belidak, Kecamatan Sungai Kakap, kian diminati masyarakat.  

Hampir setiap hari objek wisata ini didatangi pengunjung dari sejumlah daeah di Kalimantan Barat.  “Terlebih hari libur, cukup banyak pengunjung yang mendatangi wisata religi di Pondok Pesantren Darul Fikri, mereka yang datang bukan hanya berasal dari Kubu Raya, tetapi ada juga yang dari Mempawah, Pontianak, Sanggau, Singkawang, Sambas, Bengkayang, dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Barat,”kata pemuda Desa Sungai Belidak yang turut andil dalam pengemnbangan wisata religi Darul Fikri, Juliansyah, Minggu(4/10) di Sungai Kakap.  Berdasarkan pantauan di Lapangan, kata Yuliansyah, setiap harinya kunjungan wisatawan tampak menjunjukan peningkatan yang cukup signifikan .  Selain hiburan yang bernuansa religi, di tempat ini juga menawarkan bebagai aneka kuliner khas daerah, sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung untu lebih dekat mengenal wisata religi tersebut.  Juliansyah mengaku setiap harinya semakin banyak peminat yang berkunjung di wisata religi itu, muli dari warga , instansi, sampai jajaran di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya yang ingin menikmati keindahan alam wisata ini.”  Antusias warrga untuk berkunjung di wisata ini terbilang tinggi, bahkan beberapa waktu lalu, satu  diantara pengasuh Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Banten sudah menikmati suasana religi wisata ini.  Dalam kunjungannya, pengasuh Ponpes di Banten itu merasa sangat terinspirasi dengan apa yang diciptakan Pimpinan Ponpes Darul Fikri Nur Kolikyang menciptakan lahan yang kosong di lingkungan Pesantren menjadi wisata religi ,”ungkapnya.  Animomasyarakat yang berkunjung di wisata ini cukup inggi berkisar antara 100 sampai 150 orang setiap harinya.  Bahkan, jika pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu, para pengunjung bisa mencapai 250 orang dan ada yang sudah memesan tiket masuk terlebih dahulu melalui aplikasi yang sudah disiapkan oleh pengelola wisata,” Selain untuk menikmati suasana religi, kebanyakan pengunjung wisata ini juga ingin menikmati aneka kuliner tradisional yang berasal dari kampung setempat,” ujarnya.  Untuk lebih menarik pengunjung, ke depan dirinya bersama pimpinan Ponpes Darul Fikri akan mengevaluasi sejumlah hiburan,  kuliner  yang ada saat ini, dan manajemen dan pelayanan yang telah diberikan selama ini.  Dengan berjalannya waktu, wisata religi ini juga akan mereka tambah luas lahannya dan menambah hiburan lainnya.  “Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada donatur yang berpartisipasi dalam pengembangan wista religi tersebut, bahkan ada donatur yang memberikan seribu kelinci yang akan ditempatkan di kebun binatang mini di wisata itu,”tuturnya.  Tidak hanya berupaya mengembangkan objek wisata lokal,  kata Juliansyah,  ke depan pihaknya juga berupaya mendorong pengembangan sektor  Usaha mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kubu Raya.  Kata Juliansyah nantinya dalam pengembangan wista Religi Darul Fikri ini, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait dan Dekranasda dalam pengelolaan UMKM.  Selain itu, pihaknya juga akan membina pengrajin lokal agar bisa bekerja sama dengan PKK.  Untuk konsep UMKM, rencananya mereka akan melibatkan pemuda-pemuda dan ibu-ibu yang ada di Desa Sungai Belidak .”Yang mana ibu-ibu menganyamnya sedangkan pemudanya ditugaskan untuk pemasarannya,”jelasnya.  Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mendukung dan mengapresiasi kreativitas dan inisiatif pemuda di semua desa, yang mana saat, Kabupaten  termuda di Kalbar itu telah banyak memiliki desa.  Diakui dia, wisata desa di kabupaten ini dalam beberapa tahun terakhir sungguh luar biasa perkembnagannya.  Kondisi ini, menurut Bupati, dapat di lihat banyaknya warga yang datang ke sejumlah titik wisata desa di Kubu Raya, seperti di Desa Sungai Belidak sendiri, Sungai Kakap, Jeruju Besar, Sungai Kupah, Punggur, Rasau Jaya dan Sungai Rengas.  Bahkan beberapa waktu lalu, diungkapkan Bupati, sebanyak 600 orang yang tergabung dalam sejumlah komunitas mendatangi wisata hutan albasia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.  Dukungan ini ditujukan Muda dengan diberikannya kaos bertemakan wisata relegi Darul Fikri kepada Juliansyah. Pemkab Kubu Raya terus berusaha mengembangkan proram wisata ini, termasuk 118 desa lainnya yang tentunya memiliki ciri khas budaya peradaban yang masih hidup dan ini suatu potensi yang luar biasa bagi Kabupaten termuda  di Kalbar ini,”ucap Muda. Kendati di tengah Pandemi Covid -19, namun Muda menginginkan masyarakat bisa terus bahagia dan tenang.  Dengan demikian, harapan dia, tentu akan mendorong baiknya imunitas tubuh masyarakat.  Menurutnya, di Kubu Raya saat ini juga menerapkan program 4 M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menanjakan imunitas tubuh.  Dengan tagline Salam Menanjak yang merupakan bagian dari main programming  sebagai upaya pemerintahannya, untuk memberikan semangat agar lebih optimis dalam melakukan program, langkah-langkah dan inovasi.  “Kubu Raya memiliki wilayah yang sangat luas, sebanding dengan 70 kali lipat dari luasnya kota pontianak dengan pesisir yang luas di keliling tiga pintu muara yaitu muara Kakap, Kubu, dan muara Kapuas.  Dengan kelebihan yang dimiliki daerah kita, haruslah kita maksimalkan agar anak-anak kita tidak pengangguran, menjaga generasi umat yang pada akhirnya kehidupan kita juga akan lebih tenang, pungkasnya.(ash)

Sumber : Pontianak Post