Sudah menjadi agenda alamaiah, khususnya dilintasan Garis Khatulistiwa Kota Pontianak terwujudnya  dua kali momentum Kulminasi matahari, yakni pada 21 - 23 Maret dan 21 - 23 September tidak banyak tempat di jagad raya ini manusia bisa menyaksikan peristiwa ini,  Salah satu tempat yang paling direkomendasikan unutk menyaksikannya  adalah Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak.  Di sini kita bisa menyaksikan peristiwa yang langka, di mana pada pukul 12.00 WIB tidak bisa melihat  bayangan benda.  Pada waktu yang sama juga bisa menyaksikan telur unggas  didirikan dan wujudnya juga yang memiliki bayangan  di waktu itu.  Peristiwa menarik ini sejatinya dapat menjadi destinasi wisata yang dapat  dujual kepada para wisatawan dan juga ilmuan yang tertarik ingin menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak.  Namun saat ini terjadi Pandemi Covid 19 yang melanda  seluruh dunia, menimbulkan kekhawatiran bagi para wisatawan yang berkunjung  menyaksikan  destinasi alamiah kulminasi matahari tersebut.  Ada beberapa hal yang dapat menyiasati kondisi pandemi ini agar khalayak yang penasaran akan suasana kulminasi matahari tersebut.  Hal yang dapat dilakukan adalah dengan membuat siaran langsung (Live Broadcast).  Upaya ini adalah satu hal yang juga dapat dijual kepada dunia sehingga semua orang di dunia ini bisa mengobati penasarannya melalui tayangan langsung di Youtube maupun sarana IT lainnya.  Semakin indahnya penayangan Live Broadcast tersebut tertentu akan semakin memuaskan para pemerhati tayangan Kuliminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak. Dan momentum kulminasi Matahari tersbut tetap akan menjadi agenda yang tak pernah terlupakan bagi para penyaksi peristiwa alam tersebut walau secara virtual.  Selanjunta diharapkan ketika masa pandemi covid 19  ini berakhir dan kehidupan kembali normal tanpa adanya gangguan kesehatan bagi para wisatawan baik lokal maupun internasional .  Orang akan banyak membanjiri lokasi Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak kembali menyaksikan peristiwa Kuliminasi matahari secara langsung.  Dengan ramainya para wisatawan yang akan menyaksikan destinasi alamiah tersebut tentu dengan   sendirinya dapat menggerakan sektor UMKM, khususnya para penjual jajanan maupun suvenir khas kota Pontianak.  Selain itu juga dapat mengairahkan kembali sektor transportasi dan juga perhotelan yang selama ini telah mati suri akibat Pandemi Cocid 19 yang membuat Indonesia di lockdown dunia luar.**

*Penulis adalah Akademi IAIN Pontianak,oleh Ita Nurcholifah, S.EI., MM