Bertepatan 1 Muharam. Kamis (20/8) kemarin. Keraton Ismahayana Landak menggelar tradisi ritual cuci benda pusaka keraton. Ada enam pusaka keraton yang dibersihkan, di antaranya beberapa keris, pedang, dan sebuah tombak. Baik senjata tajam tombak maupun pedang berbalutkan kain kuning. Dari beberapa benda pusaka yang dibersihkan tersebut, ada satu benda pusaka yang tak ada, yakni keris Sikanyot.

 

SETIAP masuk  1 Muharam, keluarga Keraton Ismahayana Landak mencuci benda pusaka tersebut. Ritual sakral disaksikan sejumlah kerabat keraton, yakni para pangeran serta cucu-cucu dari Penembahan Gusti Abdul Hamid.

Mereka diantaranya Haji Gusti Boy Sulaiman, Gusti Andi Kusumajaya, Gusti Hamidan, Gusti Suryadarma, Gusti Andi, Gusti Muhammad Saleh, Gusti Basrun, Gusti Arifin, Gusti Hamdi, dan Gusti Sabran.

Haji Gusti Boy Sulaiman menyebutkan ritual sakral mencuci pusaka keraton sudah dilakukan sejak zaman turun temurun. “Ritual ini sudah menjadi budaya di Keraton Ismahayana Landak Setiap 1 Muharam.” jelas Gusti Boy Sulaiman.

Ritual ini katanya, pusaka-pusaka tersebut dimandikan air kembang dan selain dimandikan air kembang pusaka-pusaka itu digosokan dengan air jeruk nipis.

“Tujuan ini tidak lain adalah untuk menjaga dan merawat agar pusaka keraton tidak karatan,” katanya.

Dari beberapa pusaka keraton itu, lanjut Boy Sulaiman, ada sebuah pusaka keraton yang sangat sakral berbentuk keris bernama Sikanyot. Pusaka ini tidak bisa dihadirkan karena dipegang adinda, Gusti Fikry Azizurrahmansyah.

“Mudah-mudahan tahun depan Sikanyot ini bisa kita hadirkan di Keraton Ismahayana Landak dalam rangka 1 Muharam. Mohon doa kita semua para pangeran-pangeran berusaha mendekati Gst. Fikry dan Ibu Utin Seri Lena. Mudah-mudahan beliau mau meberikan Sikayut,” harap Gusti Boy Sulaiman.

Dalam proses memandikan sejumlah pusaka keraton, masing-masing kerabat keraton secara bergantian memandikan pusaka keraton.

Tidak luput juga tujuh meriam (tiga meriam kecil dan empat meriam besar) di dalam keraton dan luar keraton diikut bersihkan. Termasuk pusaka-pusaka keraton lainnya. Usai memandikan pusaka keraton Ismahayana Landak. Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama.

Mengenal perehapan rumah kuning, Gusti Boy lebih jauh mengatakan dalam waktu beberapa bulan ke depan akan melakukan perbaikan. “Insa Allah pembangunan perehapan pada Oktober. Mudah-mudahan pada Januari 2021 sudah selesai pengerjaannya,” pungkasnya.

Sementara Pangeran Ratu Setia Ismahayana Gusti Fikry Azizurrahmansyah dan adinda Raja Ismahayana Landak Alm. Gusti Suryansyah, Dra. Hj. Utin Sri Lena Candramidi MSI memohon maaf atas ketidakhadirannya dalam acara ritual cuci benda pusaka tersebut.

Melalui Pangeran Cakre Ismahayana, Gusti Agus Kurniawan SE MAp menyatakan, ketidakhadiran orang nomor satu di Kerajaan Ismahayana Landak ini bukan disengaja, namun dikarenakan terkait sedang menyelesaikan study S1 nya.

Lebih juah Agus menjelaskan, keris Sikanyot apabila hadir di Keraton Ismahayana Landak Pangeran Ratu Ismahayana Gusti Fikry Azizurrahman juga harus hadir.

“Apabila keris ada di Ngabang, maka Pangeran Ratu juga harus ada mendapingi keris itu dan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Karena keris itu adalah waris dari Kerajaan Ismahayana Landak. Mudah-mudahan tahun depan bisa menghadirkan keris tersebut. Namun keris tersebut dimandikan di Pontianak,” terang Gusti Agus.

Sumber : Tribun Pontianak