Jurus Sakti Melawan Corona mengantarkan Nisrina Kallista Fitri menjadi pemenang dalam lomba bercerita dengan harapan Merdeka dari Covid yang diselenggarakan RRI Pontianak. Nisrina yang masih duduk di sekolah dasar ini tampil percaya diri.

 

GADIS kecil yang akrab disaapa Anis ini sudah akrab dengan buku cerita sejak balita. Ayahnya kerap mendongeng pengantar tidur. Cerita tentang kecerdikan kancil paling disenanginya. Kadang ayahnya mengarang dongeng untuk dia dan kakak-kakaknya.

Lomba bercerita kali ini mengasah kemampuan berfikir, bercerita dan menulis Anis. Ia dibantu ayahnya menulis cerita tentang jurus sakti melawan corona.

Dalam cerita ini, Anis memainkan tiga karakter. Menjadi dirinya sendiri, ibunya, juga menjadi virus corona.

Jurus sakti dalam cerita yang dibuat Anis yakni cara pencegahan penyebaran virus menular ini. Mulai dari mencuci tangan, menggunakan masker serta penerapan kebiasaan sesuai protokol kesehatan saat di tempat umum. Setelah jurus itu dilakukan, virus pun mati. Anis juga bercerita bahwa virus bisa saja menempel di tempat-tempat umum. Seperti ekskalator atau di lift saat seseorang pergi ke pusat perbelanjaan.

“Ide ceritanya itu dari kami ngobrol di rumah saja. Dia kan giat mengamati. Banyak pakai masker sekarang, tidak boleh batuk sembarangan. Dia dengar. Saya jelaskan. Kemudian kami kasih tau bahwa ada virus, dan virus itu berbahaya. Lalu ngomong, sambil bermain,” Ujar Suhendri, Ayah Anis.

Tak sulit bagi Suhendri melatih Anis bercerita. Mengajak Anis bercerita sambil bermain-main. “Sekali rekam langsung jadi. Saya kondisikan, tidak saya paksakan,” papar dia.

Selain Anis, ada Awalli Sinarullah Hafidzo juara II, dan Husna Azdzikra Khairunnisa Juara III. Kepala LPP RRI Pontianak, Nazwin Achmad mengatakan lomba ini untuk memberikan kesempatan mengembangkan potensi diri, belajar bersosialisasi sehingga tampil berani. “Biar anak gembira juga,” jelasnya.

Menurut Nazwin, selama pandemi ini anak-anak lebih banyak di rumah. Aktivitas sekolah dalam jaringan. Maka perlu dukungan untuk mengasah kemampuan kreativitas dan bakat anak. Salah satunya melalui lomba bercerita ini. “Temanya tidak jauh dari covid. Membiarkan anak berekspresi, juga mengetahui bagaimana menjaga diri di masa covid ini,” ulasnya. Nazwin mengatakan, informasi tentang covid harus sampai ke anak-anak. Karena Covid bisa menyerang siapa saja. Tentunya dengan pola yang disesuaikan dengan anak-anak. Teknis lomba dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Lomba ini tetap mengutamakan audio, sesuai dengan medianya radio. Peserta mengirimkan rekaman suara saat bercerita. Kemudian penyelenggara menyeleksi hingga sepuluh besar. Lalu melewati tahapan bercerita langsung depan dewan juri untuk penilaian ekspresi anak saat bercerita.

“Dari evaluasi para juri, anak-anak ini memiliki potensi bercerita. Namun masih ada yang memang belum lepas, masih malu-malu. Ketika diberikan semaka, mereka pun mau tampil dan hasilnya cukup baik,” pungkasnya.

Sumber : Pontianak Post