SUKADANA - Setelah mengikuti Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang dilaksanakan oleh perpustakaan Nasional secara virtual, 27-29 Juli lalu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kayong Utara pun mengadakan rangkaian sosialisasi dan pelatihan pada kelompok sasaran (pembinaan masyarakat). Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi mayarakat dalam mengembangkan potensi daerah dan masyarakatnya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesematan berusaha, melindungi, dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kayong Utara, melalui Kepala Bidang Perpustakaan Ichwani, Selasa (18/8).

Dikatakan Ichwani, tujuan dari Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di antaranya meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Selain itu, lanjut dia, guna meningkatkan pengetahuan tentang strategi-strategi pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yaitu strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan akses masyarakat terhadap layanan komputer dan internet serta strategi advokasi. Selanjutnya, ia menjelaskan hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pentingnya dokumentasi kegiatan perpustakaan, meningkatkan pengetahuan peserta terkait keterampilan dasar, dan variasi metode fasilitasi.

Selain itu, kata dia, hal ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang komponen dan skema/alur program perpustakaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang peran dan tanggung jawabnya sebagai fasilitator perpustakaan.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, pada kesempatan ini, Selasa, 18 Agustus, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kayong Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan menganyam produk-roduk dari bahan pandan bersama kelompok Pengrajin Peramas Indah Sukadana dan Petugas Perpustakaan Desa di Ruang Bacaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kayong Utara.

Ichwani mengatakan, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan kegiatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dalam mendorong kesejahteraan. Sebab, dia menambahkan, hadirnya perpustakaan untuk memfasilitasi kebutuhan akan keterampilan-keterampilan yang ada di teengah-tengah masyarakat, sehingga mampu dan dapat meningkatkan pengetahuan akan perkembangan dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berharap akan tercapainya masyarakat sejahtera baik secara sosial ekonomi.

“Harapan itu salah satunya bisa terwujud melalui pembinaan dan pelatihan yang telah dilakukan bersama kelompok Pengrajin Peramas Indah Sukadana dan Petugas Perpustakaan Desa pada kesempatan kali ini,” harapnya.

Dengan sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan dia mampu menjawab akan kebutuhan masyarakat. Apalagi di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19, diakui dia, tentunya program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini aka berjalanbaik dengan bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik di kabupaten maupun provinsi, serta pihak-pihak ketiga yang bisa mendukung dan bekerja sama dalam upaya mengedukasi, memberikan pelatihan serta pembinaan demi mendorong terwujudnya kesejahteraan sosial masyarakat.

Tentunya, dipastikan dia, sosialisasi dan pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah dengan tidak melibatkan banyak orang. Dia juga berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan masyarakat dapat normal,

“Kami berharap agar masyarakat yang kami bina tahu akan pentingnya dunia literasi, bisa menambah keterampilan dan dapat mempraktikan apa yang diperoleh saat ini, serta mudah-mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga perekonomian masyarakat pulih kembali seperti sedia kala,” doanya.

Sumber : Pontianak Post