PONTIANAK - Setelah melalui proses pengusulan sejak tahun lalu melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) se Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalba, akhirnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Bahasa Melayu Pontianak sebagai Warisan Budaya  Tak Benda (WTB).

Penetapan bahasa Melayu Pontianak itu juga sebagai uoaya pelestarian  bahasa dan budaya Melayu Pontianak.

Walikota Pontianak  Edi Rusdi Kamtono mengatakan, ditetapkannya bahasa Melayu  Pontianak menjadi bagian dari WBTB merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Pontianak.

“Ditetapkannya bahasa Melayu Pontianak sebagai WBTB menunjukan identitas kekhasan Kota Pontianak dalam bahasa kesehariannya,” katanya.   Ia berharap dengan ditetapkannya bahasa Melayu Pontianak sebagai WBTB, bisa menjadi semangat dalam melestarikan  bahasa dan budaya MelayuPontianak.” Supaya kita semua selalu ingat dan tidak melupakan bahasa asli Melayu Pontianak,” tuturnya.   Dikatakannya,  cukup banyak jumlah  WBTB dari kota Pontianak yang sudah ditetapkan dan disertifikatkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Mulai dari Kuliner seperti pacri nanas, sayur keladi dan asam pedas.  Sementara itu budayanya  sebut saja arakan pengantin dan saprahan.  “Dan sekarang bahasa Melayu Pontianak,” ucap Edi.

 Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Syahdan Lazis menerangkan, usulan bahasa Melayu Pontianak  menjadi WBTB melalui proses  registrasi lewat Disdikbud Provinsi Kalbar untuk diteruskan ke Kemendikbud.  Didaftarkannya bahasa Melayu Pontianak sebagai WBTB mengingat bahas Melayu  merupakan bahasa keseharian masyarakat di pontianak pada umumnya.  “Selain itu menurut sejarah cikal bakal berdirinya Kota Pontinak adalah adanya  Istana Kesultanan Kadariah dengan bahasa Melayunya,” sebutnya.   Selain itu pihaknya juga telah menyusun Kamus Bahasa Melayu  Pontianak dan sudah diserahkan  ke Perpustakaan Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat. (iza)

Sumber  : Pontianak Post