Ziarah Makam Opu Daeng Manambon

MEMPAWAH, TRIBUN

Raja Mempawah XIII, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim melaksanakan ziarah ke Makam Opu Daeng Manambon beserta wakil Bupati Mempawah, Muhammad  Pagi dan Forkopimda, Selasa (13/10).  Pelaksanaan ziarah merupakan bagian dari rangkaian Budaya Robo-Robo Mempawah yang masih bertehan hingga saat ini.

“Hari ini kita berziarah ke makam manusia yang dicintai Allah.  Yang diberikan kelebihan di waktu hidupnya banyak manfaat bagi masyarakat.  Ini juga bagian dari kita membangun kebersamaan, karena dari berbagai daerah juga datang seperti dari Sambas, Sulawesi Selatan, Riau.  Dari Malaysia tidak bisa hadir karena lockdown,” kata Mardan Adijaya.

Pada kesempatan tersebut ia juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah.  Diantaranya terkait Hari jadi Mempawah dan keberadaan hutan yang berada di sekitar keraton.

“Mudah-mudahan Hari Jadi Mempawah dikoreksi kembali kita kembalikan lagi seperti semula.  Mungkin saja kita yang salah  atau sebaliknya tentu harus kita koreksi bersama.  Kemudian kami bersama masyarakat akan tetapkan hutan keraton menjadi hutan adat,” tuturnya.

Selain itu sabgai aset budaya ia juga berharap kondisi dan prasarana pendukungnya dapat diperhatikan lagi.  “Saya juga berharap pemkab membuat homestay yang baik untuk kinjungan termasuk peneliti.  Sehingga berkembanglah daerah kita.” lanjutnya.

Tak lupa ia juga mengingatkan acara ini bukanlah hanya milik keluarga kerajaan namun milik segenap warga Mempawah.  Selain itu, Mardan juga mengingatkan untuk bersama mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih jadi pendemi.

“Kita saling mengingatkan, saling menjaga, mencegah penyebaran Covid-19.  Acara ini bukan hanya keraton, tetapi acara kita semua,”pungkasnya.

Seperti diketahui, makam Opu Daeng Manambon selalu menjadi agenda utama dari Raja Mempawah untuk melakukan kunjungan  saat melaksanakan prosesi Robo-Robo yang dihelat setiap tahunnya pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar.  Upacara Robo-Robo sendiri merupakan ritual untuk memperingati napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon, selain itu Robo-Robo digelar sebagai upaya tolak bala karena masyarakat di sana memiliki kepercayaan bulan Safar banyak diturunkan bala.

Opu Daeng Manambon sendiri merupakan putra dari Opu Tandre Borong Daeng Rilekke, Raja dari Kerajaan Luwu Sulawesi Selatan.  Ia menikah dengan Putri Kesumba anak dari pasangan  Utin Indrawati yang merupakan putri Panembahan Senggaok, Mempawah dengan Sultan  Muhamad  Zainuddin dari Kerajaan Matan Tanjungpura.  Pasangan Putri Kesumba dan Opu Daeng Manambon inilah yang kemudian menurunkan raja-raja yang memerintah di Kerajaan Mempawah.

Kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat di sana.  Selain menyebarkan agama islam, Opu Daeng Menambon juga  menjadi peletak dasar keberagaman etnis di Mempawah.  Beliau mengajarkan nilai keharmonisan antar etnis dan antar agama di masyarakat Mempawah.(ian/wiki)

Sumber : Tribun Pontianak