Penggunaan media sosial perlahan semakin masif. Pengguna media sosial pada waktu sekarang tidak mengenal batasan. Tua dan muda. Laki-laki dan perempuan. Semua memiliki media sosial dan menggunakan media sosial hampir setiap hari. Hal ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh Kominfo dan APJII pada tahun 2017 bahwa masyarakat Indonesia sering mengakses layanan media sosial dengan persentase sebesar 87.13%.

Media sosial menurut Kaplan dan Haenlein adalah sebuah aplikasi berbasis internet yang memungkinkan terjadinya penciptaan dan pertukaran konten yang diciptakan oleh penggunanya. Sedangkan media sosial menurut Kamus besar Bahasa Indonesia adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial. Salah satu keunggulan media sosial adalah mudah digunakan dan informasi yang disampaikan lebih cepat sampai.

Dengan keunggulan tersebut membuat orang lebih nyaman menggunakan media sosial. Keunggulan tersebut tentunya dimanfaatkan banyak orang untuk memasarkan barang atau jasa yang mereka berikan kepada sekmen pasar. Perpustakaan adalah salah satu aspek yang turut memanfaatkan keunggulan media sosial untuk melakukan promosi.

Kehadiran media sosial bagi perpustakaan tentunya akan memberikan kemudahan informasi untuk pengguna perpustakaan. Pengguna perpustakaan akan lebih tahu tentang informasi di perpustakaan melalui media sosial tanpa harus berkunjung dahulu ke perpustakaan. Dengan media sosial, perpustakaan dapat memberikan informasi kepada pengguna perpustakaan seperti pelayanan terbaru, judul buku terbaru, judul buku terlaris, dan informasi lainnya.

Tentu diharapkan perpustakaan dapat menggunakan media sosial secara optimal agar penyebaran informasi lebih baik.