Perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Perpustakaan memiliki fungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Selain memiliki fungsi, perpustakaan juga memiliki tujuan berupa memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam Pasal 20 Undang-Undang nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan dijelaskan bahwa jenis-jenis perpustakaan terdiri dari Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus. Perpustakaan sekolah berdasarkan Dictionary of Library and Information Science adalah perpustakaan di sekolah dasar atau lanjutan, baik milik pemerintah dan swasta yang memberikan jasa layanan untuk memenuhi kebutuhan informasi para siswa dan kebutuhan pemenuhan kurikulum dari para guru dan karyawan sekolah tersebut. Perpustakaan sekolah menurut Hartono (2016) adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan dan merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan.

Sebagai sarana pendukung, perpustakaan sekolah acap kali diabaikan keadaannya. Kalimat gudang buku seperti melekat pada jati diri perpustakaan sekolah. Hal ini dibuktikan bahwa ruang perpustakaan sekolah yang tidak ideal, tidak ada tenaga ahli yang mengelola perpustakaan, koleksi buku paket yang lebih dominan daripada koleksi lainnya, dan permasalahan-permasalahan lainnya.

Sekolah, sebagai lembaga induk perpustakaan sekolah harus sadar arti penting dari perpustakaan sekolah sebagai sarana pendukung pendidikan. Sekolah setidaknuya harus meski perlahan untuk mengubah perpustakaan sekolah menjadi lebih baik. Sekolah dapat mencari tenaga ahli agar bisa mengelola perpustakaan, mengalokasikan anggaran khusus untuk perpustakaan, dan cara-cara lain agar perpustakaan sekolah berjalan dengan baik. Selain itu, perlu dibangun komunikasi yang baik antara kepala perpustakaan dan kepala sekolah agar tercipta perpustakaan yang baik. Jika semua itu sudah dibangun, perpustakaan sekolah kedepannya akan berjalan lebih baik dan perpustakaan bisa menjadi jantung literasi sekolah.