Budaya membaca merupakan kebiasaan membaca yang telah tertanam dan sukar diubah. Di Indonesia sendiri, budaya membaca merupakan budaya yang langka untuk dijumpai. Hal itu didasari pada data yang disajikan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai indeks alibaca pada tahun 2018. Indeks alibaca adalah indeks aktivitas literasi membaca. Hasil penghitungan Indeks Alibaca Nasional memperlihatkan bahwa angka rata-rata Indeks Alibaca Nasional masuk dalam kategori aktivitas literasi rendah, yaitu berada di angka 37,32.

Untuk menumbuhkan budaya membaca, perlu melibatkan banyak pihak. Salah satu pihak yang terlibat adalah orang tua. Orang tua sebagai faktor lingkungan terdekat anak sangat berpengaruh pada faktor pengembangan budaya membaca anak. Sebagai faktor lingkungan terdekat bagi anak, orang tua seringkali lupa untuk menumbuhkan budaya membaca anak karena kesibukan masing-masing orang tua, infrastruktur untuk mengembangkan budaya membaca yang masih minim atau rasa tidak tahu orang tua akan pentingnya budaya membaca.

Untuk menumbuhkan budaya membaca kepada anak-anak, para orang tua perlu memiliki beberapa cara agar budaya membaca dapat melekat pada diri anak-anak. Beberapa cara tersebut menurut Erna Ikawati (2013) yaitu:

  1. Sediakan waktu luang untuk membacakan buku untuk anak setiap hari.
  2. Kelilingi anak-anak anda dengan berbagai buku bacaan.
  3. Membuat waktu membaca bersama keluarga.
  4. Berikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca anak.
  5. Membiasakan untuk mengajak anak-anak untuk berkunjung ke perpustakaan.
  6. Mengikuti perkembangan membaca pada anak.
  7. Memperhatikan apakah anak-anak mengalami kesulitan pada membaca.