Pemeliharaan dan perawatan koleksi perpustakaan adalah kegiatan menjaga  atau mengusahakan agar bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan awet dan terawat dengan baik. Tugas ini meliputi: 

  1. Reproduksi

Bahan pustaka yang langka dan harus dilestarikan perlu dibuatkan fotokopi. Pustaka aslinya disimpan, sementara fotokopinya untuk dipinjamkan. Pustaka juga dapat dilestarikan dalam bentuk Microsoft Perti microfilm atau micro fische. Apabila telah dibentuk ini, sebaiknya maskernya disimpan dan disajikan untuk dibaca atau dipinjam hanya kopiannya.

  1. Penjilidan

Perpustakaan perlu menjilid:

  1. majalah yang sudah lengkap satu volume atau satu tahun agar tidak berserakan sehingga mudah rusak atau hilang.
  2. buku-buku yang jilidannya rusak dan masih mungkin untuk dijilid ulang, Sehingga tetap dapat dimanfaatkan.
    1. Laminasi

Manuskrip, naskah, dokumen yang kuno, terutama yang kertasnya sudah lapuk sehingga mudah hancur, dapat diawetkan dengan cara menyemprotkan bahan kimia, atau dilaminsasi

  1. Penyimpanan bahan Pustaka

Koleksi perpustakaan yang hidup dan berkembang akan selalu bertambah namun tidak selalu diikuti oleh perkembangan ruang atau gedung.  kemampuan ruang atau gedung untuk menampung koleksi selalu terbatas, sehingga pustakawan harus mencari jalan keluar agar tambahan koleksi selalu dapat tertampung. satu-satunya jalan keluar adalah mengurangi korupsi lama dengan cara mengadakan penyiangan koleksi.  pustaka yang dapat disiang adalah:

  1. Buku yang umurnya sudah tua, isinya sudah kadaluarsa dan tidak cocok lagi untuk dibaca
  2. buku yang rusak dan tidak mungkin diperbaiki lagi
  3. buku yang jumlahnya kopinya terlalu banyak
  4. buku Terlarang
  5. lain-lain
  6. Prosedur penyiangan Pustaka

Buku-buku yang sudah disiang  berdasarkan pedoman penyiangan harus dinyatakan keluar dari koleksi secara resmi, yaitu  dengan cara memberi tanda ” dikeluarkan dari koleksi”. Tenda ini sangat perlu sebagai bukti bahwa pemegang buku  berikutnya tidak akan  dituduh  sebagai pencuri buku perpustakaan. Kartu-buku yang ada dalam buku dan kartu katalognya harus dicabut, serta dalam buku investaris pada kolom “keterangan” diberi catatan bahwa buku sudah dikeluarkan dari koleksi pada tanggal tertentu. Buku-buku yang disiang  tetapi masih mungkin untuk dimanfaatkan oleh perpustakaan lain, dapat ditawarkan sebagai bahan tukar menukar atau hadiah. 

  1. Mengatasi kerusakan pustaka 

Ada banyak faktor penyebab kerusakan buku, tata cara mengatasinya harus  disesuaikan dengan faktor penyebab kerusakan tersebut, seperti:

  1. Kelembaban udara

Kelembaban ideal untuk bahan kertas adalah 40- 50%  dan untuk film 20- 30%. kelembaban diatas 65% menyebabkan bahan pustaka cepat rusak, sedangkan suhu udara yang tinggi dan lembab menyebabkan buku mudah ditumbuhi oleh jamur.  kelembaban udara dapat dikurangi dengan cara memberi ventilasi yang baik, memasang exhaustfan, atau bila mungkin memasang AC.

  1. Sinar matahari langsung

Buku yang terkena sinar matahari secara langsung  menyebabkan tulisan-tulisannya mudah rusak atau hilang. Hal ini dapat diatasi dengan cara yang tidak memungkinkan buku-buku  terkena sinar matahari secara langsung.

  1. Hewan atau serangga

Serangga seperti anai-anai, kecoa, ngengat, dan hewan pengerat seperti tikus juga dapat menyebabkan kerusakan buku. hewan dan serangga dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan ruangan. cara pencegahan ini lebih baik daripada menggunakan insektisida yang mungkin dapat membahayakan manusia juga.

  1. Manusia

Manusia yang tidak bertanggung jawab merupakan perusak yang paling hebat, Karena tidak hanya menyebabkan kerusakan tetapi juga hilangnya bahan pustaka. penjagaan yang ketat sangat diperlukan untuk menghadapi perusak yang satu ini begitu juga sanksi-sanksi dalam pernyataan tertib perlu ditegaskan lagi.