oleh Tirta

Perpustakaan saat ini berkembang ke arah digital, mulai dari katalog, jurnal, sampai buku ada bentuk digitalnya. Layanan Perpustakaan perlu dirancang untuk menuju ke arah digital. Pelayanan perpustakaan yang ada tidak akan tercapai secara maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang ada, yang berkompeten pada bidangnya. Pustakawan tidak hanya bertugas untuk mencari informasi, semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi mereka cenderung bertugas untuk membantu para pengguna perpustakaan dalam menelusur informasi. Perpustakaan digital lebih memudahkan para pengguna untuk mengakses bahan pustaka, karena berbagai koleksi sudah tersedia dalam bentuk digital. Akan tetapi, sampai kapan pun peran buku tidak dapat digantikan oleh media digital. Perkembangan perpustakaan yang begitu cepat tidak melupakan fungsi utama dari perpustakaan tersebut, yaitu perpustakaan sebagai tempat rujukan informasi. Tidak ada satu pun perpustakaan di dunia yang mampu menghimpun sekaligus menyimpan semua bahan pustaka tercetak yang terbit di bawah satu atap. Kerja sama perpustakaan tetap diperlukan agar semua bahan pustaka dalam koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin secara lintas sektoral.

Pengembangan layanan perpustakaan digital (digital library) harus diawali dengan pengembangan SDM yang ada di perpustakaan. Hal ini perlu dilakukan karena saat ini bidang Teknologi Informasi dan komunikasi (Information Technology and Communication) sudah menjadi kebutuhan pokok perpustakaan. Berbagai pendidikan instruksional mengenai literasi informasi yang dikembangkan sebagai sarana pelaksanaan berbagai layanan rujukan, semakin diyakini sebagai suatu mekanisme yang efektif untuk memberikan pemahaman kepada pemustaka mengenai aneka layanan dan sumber daya informasi yang ada di perpustakaan dalam era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi mendorong adanya perubahan manajemen organisasi secara keseluruhan dan mengubah pendekatan organisasi dalam berhubungan dengan masyarakat. Hal ini tampak dalam berbagai ragam layanan perpustakaan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah.

Konsekuensinya, perubahan yang terjadi jelas menuntut kehadiran inovasi dalam mengelola layanan perpustakaan yang disediakan. Pada awal tahun 1980-an beberapa perpustakan besar melaksanakan otomasi fungsi-fungsi perpustakaan karena masih mahalnya harga perangkat komputer. Pada tahun 90-an hampir semua fungsi-fungsi perpustakaan telah diotomasi, serta berkembangnya komunikasi data antar perpustakaan secara elektronik.

Pengembangan perpustakaan digital tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi perlu suatu formulasi yang terencana dengan rapi. Pengembangan ini menyangkut banyak aspek yang ada di perpustakaan. Formulasi yang dimaksud adalah adanya suatu perencanaan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang melingkupi suatu perpustakaan.

Perencanaan ini diperlukan untuk mentransformasikan sistem dari sistem layanan perpustakaan yang konvensional (tradisional) berbasis koleksi analog ke perpustakaan digital. Pengembangan layanan perpustakaan digital perlu mentransformasikan antara lain: formulasi kebijakan, perencanaan strategis, standarisasi, pengembangan koleksi, infrastruktur jaringan, metode akses, pendanaan, kolaborasi, control bibliografi dan pelestarian untuk menuju keberhasilan dalam pengembangan ke format digital

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan program-program perpustakaan digital. Perpustakaan perlu menyiapkan ruangan yang secara khusus dirancang untuk menyimpan data buku, tulisan, gambar dan suara dalam bentuk elektronik yang dapat diakses menggunakan internet, serta pengalihan dana dari pengadaan bahan pustaka tercetak ke dalam pustaka elektronik

Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan, bahwa perpustakaan saat ini mengalami perubahan dalan sistem layanannya. Pelayanan perpustakaan lebih dititik beratkan pada sistem temu kembali informasi secara elektronik (digital). Penerapan teknologi informasi dengan sistem jaringan perpustakaan (library network) menunjukkan bahwa begitu banyak kemudahan yang diberikan kepada pengguna untuk mengakses informasi digital yang ada di perpustakaan.

Perpustakaan digital sebagai sarana untuk menyimpan, mengemas, mendistribusikan informasi agar mampu beradaptasi di era globalisasi untuk memenuhi kebutuhan pemustaka secara akurat, cepat dan relevan. Untuk itu, pustakawan diharapkan mampu segera mengambil prakarsa untuk mengelola informasi dan pengetahuan yang ada di lingkungannya masing-masing serta mengembangkan sistem untuk mendukung pembelajaran, organisasi, penelitian dan infrastruktur yang diperlukan