oleh Jamilah

Fungsi perpustakaan sesuai amanat UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu sebagai wahana pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian, dan rekreasi, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Dapat dikatakan, perpustakaan berperan sebagai pusat belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Layanan perpustakaan yang umumnya dimanfaatkan oleh pemustaka di antaranya layanan sirkulasi dan referensi, biasanya diakses secara langsung dengan mendatangi gedung perpustakaan. Namun, saat pandemi sekarang ini, dengan berbagai keterbatasan, perpustakaan dituntut untuk berinovasi dalam melayani pemustaka agar tetap dapat memberikan layanan prima sebagaimana kondisi normal.

Pustakawan dan pengelola perpustakaan pastilah dihadapkan pada pilihan sulit antara harus menutup atau membuka layanan perpustakaan mengingat faktor keselamatan dan kesehatan. Namun demi masa depan anak didik kita, di dalam masa darurat sekalipun, pustakawan harus menunjukkan rasa kepeduliannya sebagai wujud janji tanggung jawab profesinya.  Upaya Pustakawan untuk meningkatkan kualitas jasa layanannya antara lain :

  1. 1.Penambahan koleksi baru baik buku maupun jurnal dalam bentuk digital sebagai sumber referensi yang akurat bagi masyarakat;
  2. 2. Mengembangkan jasa layanan baru berupa program paket informasi baru menurut urgensi kebutuhan masyarakat;
  3. 3. Meningkatkan kualitas SDM yang ada di dalam perpustakaan untuk menunjang pelayanan

Pustakawan sebagai penggerak perpustakaan, memiliki tanggung jawab besar dan banyak tantangan mulai dari internal hingga ekstenal. Kemampuan seorang pustakawan dalam pengelolaan teknologi sangat diperlukan dalam penerapannya. Di masa seperti ini, tugas seorang pustakawan semakin berlipat ganda. Pustakawan yang memiliki kompetensi personal yang mumpuni dalam pelayanannya, sebagai pemberi sumber informasi aktual harus diimbangi dengan kemampuan fungsional terhadap kecakapan dalam bidang pengetahuan maupun teknologi.

 PERPUSTAKAAN DALAM ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai prinsip layanan perpustakaan di masa pandemi, yaitu layanan perpustakaan tetap dibuka dengan memperhatikan kebijakan dan status wilayah Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah agar perpustakaan tidak menjadi klaster penularan baru, kesehatan tenaga perpustakaan dan pemustaka merupakan prioritas. Ada tiga strategi yang dapat diterapkan oleh perpustakaan sesuai dengan kondisi wilayah suatu perpustakaan, yaitu tatap muka dan non tatap muka.

Di masa pandemi dengan adaptasi kebiasaan baru ini, pustakawan dan perpustakaan tetap harus memenuhi kebutuhan  masyarakat akan literatur yang aman dan mudah diakses. Baik layanan tatap muka ataupun dengan mengakses digital library, keduanya harus menjadi pilihan yang sama baiknya dan tentu saja dengan mengedepankan faktor keamanan serta kesehatan.