oleh Tirta

Pontianak 24 Februari 2021, Perpustakaan sebagai penyedia informasi harus dapat memberikan layanan yang dapat memudahkan pengguna untuk mengakses informasi dengan cepat, tepat , dan akurat agar perpustakaan dapat memberikan layanan secara maksimal, maka koleksi perpustakaan harus  dikelola dan dirawat dengan baik. Terawat dengan baik artinya secara fisik maupun kandungan informasi yang tersimpan tetap bisa digunakan walaupun usianya sudah usang. Salah satu kegiatan pemeliharaan atau perawatan koleksi yang dapat dilakukan adalah stock opname . Stock opname merupakan kegiatan pemeriksaan koleksi perpustakaan secara menyeluruh apakah koleksi itu masih sesuai dengan catatan yang di miliki. Selain berfungsi untuk mencocokkan kembali koleksi yang ada dirak dengan jumlah data inventaris , juga dapat sebagai sarana untuk melakukan pemeliharaan, karena di samping memeriksa koleksi , buku-buku yang ada kemudian dibersihkan tidak terkecuali dengan tempat pemajangan buku atau rak.

       Stock opname merupakan kegiatan rutin tahunan di perpustakaan karena dengan stock opname dapat diketahui jumlah koleksi buku perpustakaan baik yang masih tersimpan ataupun yang sudah tidak diketahui fisiknya. Tujuan dilakukan kegiatan stock opname adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui keadaan koleksi bahan pustaka yang ada diperpustakaan.
  2. Mengetahui jumlah buku ( judul/eksemplar ) koleksi bahan pustaka menurut golongan klasifikasi dengan tepat .
  3. Menyediakan jajaran katalog yang tersusun rapi yang menandakan kondisi koleksi bahan pustaka.
  4. Untuk mengetahui dengan tepat bahan pustaka yang tidak ada katalognya atau pangkalan data.
  5. Untuk mengetahui bahan pustaka yang dinyatakan
  6. Untuk mengetahui dengan tepat kondisi bahan pustaka , apakah dalam keadaan rusak atau tidak lengkap.

       Dari pengertian diatas, kegiatan apa yang harus dilakukan oleh pustakawan agar pelaksanaan stock opname tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses .Menghitung ulang koleksi perpustakaan secara riil dan dibandingkan dengan data yang ada . Sehingga kita dapat mengetahui kondisi fisik koleksi perpustakaan secara selisihnya dengan data yang tersedia di pangkalan data.