oleh Nurdiansyah

Sebuah hal yang sangat penting untuk segala jenis perpustakaan di seluruh Indonesia dapat menjalankan fungsinya dengan baik ,  sebuah perpustakaan di era modern seperti ini harus dapat mengemban tugasnya bukan hanya sebagai institusi untuk mengelola koleksi semata. Namun harus mampu mengimplementasikan peran dalam membangun peradaban manusia melalui beragam informasi yang dimiliki.  Tantangan yang masih menjadi tugas berat untuk diselesaikan adalah bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat.  Selain itu juga bagaimana menyikapi perubahan cara kerja di lingkungan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat  seperti di masa pandemi seperti saat ini,  bahwa seorang ASN memang harus menjadi bagian dari setiap perubahan yang terjadi akibat hadirnya teknologi informasi yang semakin berkembang. Perubahan itu terjadi dari berbagai macam aspek , mulai dari aspek pekerjaan, tempat bekerjanya, dan pekerja itu sendiri terkait pola interaksi kerjanya. Indonesia sendiri mengalami perubahan yang begitu cepat dan dibarengin dengan beragam faktor pendorong seperti bonus demografi, hadirnya era industry 4.0, dan munculnya pandemi Covid19. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi institusi yang belum mempersiapkan diri untuk perubahan-perubahan tersebut. Bekerja di era normal baru memiliki tantangan seperti meningkatnya volume kerja, meningkatnya tuntutan analisis dan pengelolaan bidang  data, dan peningkatan transaksi interaksi pekerjaan secara digital .

Untuk itu di dalam membangun produktifitas di era normal baru  ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan yaitu membangun budaya sehat, membangun lingkungan kerja digital, membangun kebersamaan tim kerja yang kuat, serta mengembangkan profesionalitas diri.  Mengantisipasi bonus demografi yang akan menguntungkan bangsa Indonesia di tahun 2045, dimana komposisi usia produktif berada pada angka 64% dibanding usia non produktif, maka budaya kegemaran membaca bagi anak-anak sejak dini menjadi amat penting dan strategis. Peran keluarga, masyarakat dan satuan pendidikan harus dilibatkan secara bergotong royong, salah satunya melalui peran Dharma Wanita. Dharma Wanita merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk istri pensiunan dan janda PNS, dan memiliki peran penting sebagai role model bagi keluarga serta masyarakat dalam mendorong anak-anak untuk gemar membaca.

Menurut data BPS Tahun 2019, penduduk laki-laki Indonesia berjumlah 135.337.000 jiwa dan penduduk perempuan Indonesia berjumlah 134.266.400 jiwa. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penduduk perempuan yang kelak menjadi seorang Ibu dapat berperan dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui penguatan budaya literasi, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini yang telah banyak mengubah cara semua orang dalam bertindak.

Pandemi ini berdampak pada semua aspek kehidupan, tak terkecuali pendidikan yang beralih menjadi pembelajaran jarak jauh atau Study From Home (SFH). Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat khususnya bidang layanan perpustakaan  dalam hal ini sangat siap untuk merespon dan melayani semua untuk keperluan SFH.

Tujuan utama dari pendirian Dharma Wanita adalah meningkatkan kualitas sumber daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. Selain itu, Dharma Wanita juga memiliki Panca Dharma Wanita yang salah satunya adalah tentang peran “Wanita sebagai Penerus Keturunan dan Pendidik Anak”. Dengan demikian sangat jelas bahwa Ibu menjalankan peran sebagai salah satu ujung tombak bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ibu menjadi tokoh sentral dalam kehidupan terutama pada masa pandemi Covid-19. Perubahan model pembelajaran menjadi SFH, menuntut siswa untuk dapat dengan mandiri belajar dari rumah dan tanpa pengawasan yang baik, tentu pembelajaran tersebut tidak akan berjalan dengan efektif. Untuk itulah, peran seorang Ibu sangat besar dalam memberikan pendidikan terhadap anaknya,  Ibu adalah sosok wanita pertama yang dikenal oleh anak dan berbagi tugas dengan Ayah untuk mengasuh, merawat, mendidik, serta membesarkan anak-anaknya bersama. Ibu yang keberadaannya lebih banyak berada di rumah, pada masa pandemi Covid-19 ini dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat aktifitas yang berkualitas.Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan selama dirumahaja antara lain membaca, kegiatan membaca harus dimulai sejak dini untuk membentuk minat baca