oleh Nining

“Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS : Al-'Asr : 1-3)

Prolog

Kutipan ayat Alqur'an Surat Al-’Asr tersebut menggambarkan bagaimana kita semua berada dalam kerugian apabila kita membuang-buang waktu. Ditengah Pandemi Covid 19 ini banyak diantara kita yang menyia-nyiakan waktu saat dirumah saja. Padahal banyak hal-hal postif yang dapat kita kerjakan saat berada dirumah diantaranya yaitu membaca.

Membaca merupakan suatu keterampilan yang sangat penting dan harus di kuasai setiap individu. Membaca harus di ajarkan dan dilatih sejak dini. Hal ini bertujuan agar setiap individu tidak ada lagi yang tidak tahu membaca atau buta huruf.  Dengan membaca dapat mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Membaca juga dapat memberi informasi tentang hal- hal yang sedang terjadi di sekitar kita maupun hal-hal yang terjadi di luar sana.

Di jaman modern seperti sekarang ini kegiatan membaca tidak hanya dilakukan dengan buku fisik yang biasa dipegang dengan tangan. Kegiatan membaca juga tidak harus dilakukan di perpustakaan, karena ditengah masa pandemi seperti sekarang ini perpustakaan pun ikut disterilkan karena khawatir menjadi salah satu penyebab penularan virus covid 19.

Seiring dengan teknologi yang semakin canggih kini membaca buku juga bisa dinikmati dengan menggunakan gadget dan komputer., karena dengan kemajuan teknologi yang memudahkan saat ini banyak terdapat buku elektronik (e-book) yang bisa kita baca. Dimasa Pandemi seperti sekarang ini, banyak mahasiswa, pelajar maupun pekerja yang menggunakan aplikasi perpustakaan digital untuk mengisi waktu disaat dirumah saja. Buku elektronik yang terdapat pada aplikasi perpustakaan digital ini sangat efektif untuk pemustaka yang haus akan membaca, dikarenakan rasa keinginan untuk membaca yang cukup tinggi.   

Salah satu sumber informasi atau pengetahuan yang dapat di akses secara virtual adalah perpustakaan digital. Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang berbentuk electronic library yang memiliki koleksi buku dalam bentuk elektronik atau biasa di sebut e-Book. Perpustakaan digital dapat di akses di komputer ataupun gadget lainnya kapanpun dan dimanapun, sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah dan bisa mendapatkan informasi ataupun pengetahuan secara mudah. Perpustakaan digital sangat mendukung kegiatan Work From Home ataupun School From Home.

Sejarah singkat Perpustakaan Digital

Gagasan pendirian dan pembuatan perpustakaan digital dimunculkan pertama kali oleh seorang ahli bernama Vannevar Bush pada tahun 1945. Beberapa puluh tahun sesudah itu persisnya pada 1980, fungsi utama dari perpustakaan mulai diotomasi dengan teknologi yang lebih modern yaitu komputer. Namun ketika itu hanya lembaga dan instansi besar saja yang mampu menyediakannya.

Berikutnya pada sekitar tahun 1990, penerapan pengelolaan perpustakaan secara modern ini makin berkembang dan dikenal oleh masyarakat seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada masa sekarang, masyarakat tanah air sudah bisa mengakses semua koleksi milik perpustakaan secara lebih mudah khususnya kaum akademik.

 

Keunggulan Perpustakaan Digital  dibandingkan dengan perpustakaan konvensional antara lain adalah:

  1. Menghemat ruangan, Karena koleksi perpustakaan digital adalah dokumen-dokumen berbentuk digital, maka penyimpanannya akan sangat efisien. Dapat berisi e-book sebanyak 10.000 – 12.000 judul dengan jumlah halaman buku rata-rata 500 – 1.000 halaman. Jumlah ini sama dengan jumlah seluruh koleksi buku dari perpustakaan ukuran kecil sampai sedang.

 

  1. Akses ganda (multiple access), Kekurangan perpustakaan konvensional adalah akses terhadap koleksinya bersifat tunggal. Artinya apabila ada sebuah buku baca oleh seorang anggota perpustakaan, maka anggota yang lain yang akan membaca harus menunggu buku tersebut dikembalikan terlebih dahulu. Koleksi digital tidak demikian. Setiap pemakai dapat secara bersamaan menggunakan sebuah koleksi buku digital yang sama baik untuk dibaca.

 

  1. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Perpustakaan digital dapat diakses dari mana saja dan kapan saja dengan catatan ada jaringan komputer (computer internet working). Sedangkan perpustakaan konvensional hanya bisa diakses jika orang tersebut datang ke perpustakaan pada saat perpustakaan membuka layanan. Jika perpustakaan tutup maka orang yang datang tidak dapat mengakses perpustakaan,