BANK  Indonesia terus berusaha meningkatkan budaya literasi di Kalimantan Barat,  Terutama bagi generasi milenial. Kendati masih dihantui pandemi Covid-19, event bergengsi Festival Literasi Khatulistiwa (Feslikha) tetap dilangsungkan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalbar.  Walaupun digelar secara virtual, Feslikha 2020 tetap tak kehilangan  kemeriarahn , dengan menghadirkan berbagai perlombaan mnulis hingga seni tundang,  Sejumlah.  Sejumlah pakarpun diundang menjadi pembicara dalam webinar soal literasi.

Feslikha 2020 mengmbil tema “ Bangkitnya Literasi  di Tengah Pandemi.” Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Agus Chusaini mengatakan, masa pandemi sejatinya menjadi momentum untuk generasi milenial memperbanyakmembaca dan menulis. “ Di tengah pandemi ini,  lebih banyak waktu bagi kita untuk produktif membaca dan menulis.  BI terus mendorong kaum milenial Kalbar untuk meningkatkan literasinya.

Menurut dia, literasi membuat manusia bisa mengembangkan potensi dan skill yang dimiliki serta menambah wawasan.  Apalagi tingginya minat literasi berhubungan langsung dengan kemajian ekonomi  sebuah negara.  Wawasan yang didapatkannya dari membaca, pasti akan berguna  di masa depan.  Alasan BI mau terlibat di bidang literasi merupakan syarat untuk meningkatkan kompetensi masyarakatyang berujung  pada kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan.

Selain Feslikha, untuk memajukan literasi, BI juga mengembangkan  program perpustakaan, yang diberi nama  BI Corner.  Program ini merupakan perpustakaan dan sejumlah fasilitas tambahan yang berisi informasi pengetahuan seputar ekonomi serta isu lainnya.  Sementara ini diberikan  ratusan judul buku di sinu.  Selain itu ada pula televisi LED, satu unitkomputer, sofa baca, dan rak buku.

Pihaknya mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah.  Bahkan hingga ke kawasan pelosok dan perbatasan.  Saat ini sudah ada 1.116 unit BI Corner di seluruh Indonesia.  Sebanyak  15 unit diantaranya ada di Kalbar muali di perguruan tnggi, perpustakaan daerah dan bahkan di daerah perbatasan  seperti Jago Babang, Kabupaten Bengkayang dan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu,” katanya.

 

Antusiasme Tinggi

Pada hari puncakFeslikha 2020, Jumat (20/11) lalu diumumkan para pemenang berbagai perlombaan yang diadakan.  Selain itu juga digelar webinar literasi yang menhadirkan  narasumber diantaranya Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan, Banker dan Penulis 9 Buku Best Seller Ika Natassa, Duta Baca Provinsi Kalbar Resi Jesita.

Diadakan virtual, seminar ini malah mampu menjangkau peserta yang lebih luas.  Ratusan peserta tampak antusias  mengikuti webinar, dan aktif bertanya saat sesi interaktif dalam webinar dari Disdikbud provinsi dan kabupaten, mahasiswa, pegiat literasi dan pihak lainnya.

Sementara para pemateri memberikan penjelasan  dengan lugas, namun tetap santai dan gaya penuh keakraban.  Banker dan penulis 9 buku best seller, Ika Natassa mengungkapkan jika menulis adalah kegiatann yang sangat menyenangkan.” Banyak sekali hal-hal baru dan menarik disekitar kita yang bisa menjadi inspirasi untuk ditulis.  Dan tulisan semacam itu juga menarik untuk dibaca,” ujarnya.

Selain itu, kunci untuk menjadi penulis  yang baik adalah menjadi pembaca yang terlebih dahulu.  Menurutnya, banyak membaca buku-buku bagus akan meningkatkan pemahaman bagaimana cara menulis yang bagus . “Tidak ada cara khusus agara bisa menulis.  Memang harus diniatkan.  Menulis jangan hanya di dalam pikiran, tetapi dilakukan.  Harus terus dilatih agar menjadi kebiasaan,” sebut dia.

Direktur departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan yang juga dikenal sebagai penulis dan kolumnis menyebut, seharusnya panemi Covid-19, menjadi momentum  untuk meningkatkan aktifitas membaca dan menulis. “Pada masa pandemi ini kita lebih banyak waktu kosong di rumah.  Itu seharusnya bisa digunakan  untuk produktif dalam membaca dan menulis.  Apalagi sekarang  banyak bahan digital dan aplikasi untuk menyalurkan tulisan kita agar bisa dibaca orang banyak,” ungkap Junanto.

Duta Baca Provinsi Kalbar, Resi Jesitamengajak kaum milenial untuk mencintai dunia literasi.  Menurutnya, mengonsumsi bacaan dengan rutin akan membantu kita menguasai perbendaharaan  kata, memperkuat nalar, memperluas ilmu, hingga menjadi pribadi yang lebih dewasa.” Bacaan yang baik akan menjadi bekal kita untuk lebih bijak dan dewasa dalam menghadapi berbagai  situasi,” sebutnya. (ars)

Sumber : Pontianak Post